gak usalah terus GUE mesti bilang WOW GITU ??

“Terus gw harus bilang wow gitu?”
Ini dia kata-kata yang sedang
happening banget.
Terus, apa kita harus jungkir balik
sambil bilang wow karena fenomena ini? Ya tidak harus,
tapi kalau mau jungkir balik dari
puncak tugu monas, silakan
kalau berani.

Kata “wow” biasanya
diucapkan bila melihat sesuatu
yang menakjubkan.
Tapi, apakah kita harus selalu
bilang wow bila
menemukan sesuatu yang
menakjubkan? Tidak usah.
Karena sebenarnya ada kalimah
thoyibah, atau kata-kata baik
yang berpahala bila kita ucapkan
saat melihat sesuatu yang
menakjubkan.

Ucapkanlah “Masya Allah
bila bertemu dengan hal yang
menakjubkan itu. Ini sesuai
dengan yang dituntun oleh
Al-Qur’an serta kebiasaan
dalam bahasa Arab.
Tuntunan dalam Al-Qur’an bisa
kita temui dalam surat
Al-Kahfi ayat 37:

“Dan mengapa kamu tidak
mengatakan waktu kamu
memasuki kebunmu
maasyaallaah,
laa quwwata illaa billaah
(sungguh atas kehendak
Allah semua ini terwujud,
tiada kekuatan kecuali dengan
pertolongan Allah)
.
Sekiranya kamu anggap aku
lebih sedikit darimu dalam
hal harta dan keturunan”
(QS 18:39)

Dalam lisan bahasa Arab pun
terbiasa mengucapkan Masya
Allah
pada hal- hal yang
mengagumkan dan menakjubkan.
Mereka tidak berkata wow
sambil salto tujuh kali ke
belakang melewati pohon kurma.
Tapi walaupun ini kebiasaan
orang Arab, kebiasaan ini bernilai
pahala karena ada dzikir dalam
ucapannya.

Beda dengan kata “wow
yang tidak α̇ϑα̇ makna dzikir.
Dan jangan berpikiran
berlebihan bahwa mengganti kata
wow dengan
Masya Allah adalah
arabisasi. Ini ibadah kok.

Bagaimana dengan kata
Subhanallah?
Ini adalah termasuk kalimah
thoyyibah. Hanya saja, sering
terjadi kesalahan kondisi
pengucapan pada masyarakat kita. Subhanallah sering diucapkan
oleh masyarakat kita bila
menemui hal yang menakjubkan.
Padahal dalam Al-Qur’an, kata
subhanallah sendiri dipakai untuk
mensucikan Allah dari hal-hal yang
tidak pantas.

“Dan (ingatlah) hari
(yang di waktu itu) Allah
mengumpulkan mereka
semuanya kemudian
Allah berfirman kepada malaikat:
“Apakah mereka ini dahulu
menyembah kamu?”
Malaikat- malaikat itu menjawab:
“Maha Suci Engkau (Subhanaka). Engkaulah pelindung kami,
bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.
(QS 34: 40-41)

“Inilah jalan (agama) ku,
aku dan orang-orang yang
mengikutiku mengajak (kamu)
kepada Allah dengan hujjah
yang nyata, Maha Suci Allah (subhanallah), dan aku tiada
termasuk orang-orang yang
musyrik.”(QS 12: 108)

Kita perlu menyesuaikan
pengucapan kalimah thoyibah
dengan tuntutan Al- Qur’an.
Bila bertemu hal yang menakjubkan, ucapkan masya Allah.
Bila bertemu hal yang tak pantas,
misalnya ada teman yang curhat:
“Kenapa ya Tuhan gak mau
mengizinkan gw lepas dari status
jomblo,” ucapkan
Subhanallah. Maha
Suci Allah dari tuduhan kamu…”
Seperti itu lah.

Juga ada kalimah thoyyibah:
Allahu Akbar. Ini pun bila
bertemu dengan sesuatu yang menakjubkan. Kita sudah
paham artinya: Allah Maha Besar.
Ucapan Allahu akbar
saat melihat yang mengagumkan
menandakan kita kagum pada
Pencipta Hal Yang Menakjubkan
Itu.

Ada banyak kalimah thoyibah
lain. Misalnya ucapan istirja’
bila menemukan musibah.
Yaitu kalimat: Innalillahi wa
inna ilaihi roji’un.

Inilah tuntunan Al-Qur’an
untuk kita.

“Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila
ditimpa musibah, mereka
mengucapkan,
”Inna lillahi wa inna
ilaihi raji’un.

(QS 2:155-156)

Misalnya ada teman yang ngadu
pada kita, “Bro, kacau bro, ban
motor gw kempes diantup tawon,”
jangan ucapkan:
“Terus gw harus ngunyah
sarang tawon sambil bilang wow
gitu?”
Ada ucapan yang lebih
baik yaitu Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
Jangan salah kaprah menyangka
ucapan ini hanya bila mendengar
kabar kematian.

Bagaimana bila mendapati
sesuatu yang menyenangkan.
Juga tidak perlu bilang wow. Apalagi sambil ngemut
tugu monas. Ucapkan
“Alhamdulillah”.
Inilah tuntunan dalam Islam.
Ucapan ini tanda syukur kita
kepada Allah. Syukur secara lisan.
Masih menanti syukur dalam bentuk perbuatan.

Bila memulai sesuatu, Islam
menuntun kita untuk membaca
basmallah.
Bismillahirrohmanirrohiim”. Bukan kata wow. Masa’
hendak makan kita bilang wow dulu?

Dan bila melakukan perbuatan
kesalahan, beristighfarlah!!
Ucapkan
“Astaghfirullahal ‘azhiem.”
Aduh, jangan sampe setelah kita
berbuat dosa dengan melawan orang
tua, kita malah ambil speaker
keliling kampung untuk bilang
wow.
Na’udzubillahi min dzalik.
(Semoga kita dilindungi Allah dari perbuatan demikian.
Ini juga kalimah thoyyibah agar
terlindung dari hal-hal buruk.
Jangan bilang wow bila
bertemu hal buruk.)

Manusia memang tak
lepas dari dosa, tapi α̇ϑα̇
kalimah thoyyibah istighfar
yang membersihkan dari dosa.
Bilang wow malah kesannya
bangga sehingga dosa malah
makin besar.

Itulah kalimah thoyyibah yang
seharusnya kita ucapkan sebagai
muslim. Pada berbagai kondisi,
α̇ϑα̇ pahala yang menanti kita
bila mengucapkan kalimah
thoyyibah. Itulah indahnya Islam,
ada banyak jalan untuk mencapai kebaikan. Wow.. eh…
Allahu akbar..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s