KEHANCURAN ISRAEL MENURUT AL-QURAN DAN HADIST

Kejahatan Yahudi

Tragedi Flotilla beberapa tahun
lalu benar-benar menggetarkan
hati manusia di seluruh dunia
yang masih memiliki nurani
kemanusiaan. Sehingga kutukan
terhadap kebiadaban Israel terus
mengalir dari berbagai belahan
dunia. Tragedi itu menunjukkan
dengan kasat mata, betapa
kejahatan Israel tidak memandang
agama, ras, dan nilai- nilai
kemanusiaan. Pokoknya siapa
saja yang menentang kebijakan
Israel memblokade Gaza akan
mereka serang dengan cara apa
pun. Kejahatan semacam ini
belum seberapa dibandingkan
dengan kejahatan nenek moyang
mereka terhadap para Nabi. Berikut
ini sejumlah kejahatan Yahudi yang
direkam oleh Al-Qur’an dan Hadits.

Allah Ta’ala berfirman:

ﻭﻗﻀﻴﻨﺎ ﺇﻟﻰ ﺑﻨﻲ ﺇﺳﺮﺍﺋﻴﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ
ﻟﺘﻔﺴﺪﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺄﺭﺽ ﻣﺮﺗﻴﻦ ﻭﻟﺘﻌﻠﻦ ﻋﻠﻮﺍ
ﻛﺒﻴﺮﺍ

“Dan telah Kami tetapkan
bagi Israil dalam al-Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan
membuat kerusakan di muka bumi
dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan
kesombongan yang besar”
(QS. Al-Isra: 4)

Kejahatan Yahudi disebabkan sifat
dengki mereka:

ﻭﺩ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻟﻮ ﻳﺮﺩﻭﻧﻜﻢ ﻣﻦ
ﺑﻌﺪ ﺇﻳﻤﺎﻧﻜﻢ ﻛﻔﺎﺭﺍ ﺣﺴﺪﺍ ﻣﻦ ﻋﻨﺪ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ
ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﻣﺎ ﺗﺒﻴﻦ ﻟﻬﻢ ﺍﻟﺤﻖ

“Sebagian besar Ahli Kitab
(Yahudi) menginginkan sekali
agar mereka dapat mengembalikan
kamu kepada kekafiran setelah
kamu beriman, karena kedengkian
yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran
……“. (QS. Al-Baqarah: 109)

Makar jahat mereka yang
pertama terjadi pada zaman
Nabi Ya’qub, moyang mereka.
Mereka berkeinginan
menyingkirkan saudaranya sendiri,
Yusuf yang berakhlaq mulia
sehingga mereka lebih dicintai
bapaknya.

(QS.Yusuf: 7-18)

Kegemaran mereka
membunuh para Nabi dan Rasul
seperti membunuh Nabi Yahya
secara kejam yaitu memenggal
lehernya dan kepalanya diletakkan
di nampan emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara keji, yaitu dengan
digergaji tubuhnya. Kedua pembunuhan ini terjadi pada masa pemerintahan
raja Herodes. Mereka juga gemar
membunuh orang-orang sholeh
lainnya.

ﺇﻥ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻜﻔﺮﻭﻥ ﺑﺂﻳﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻳﻘﺘﻠﻮﻥ
ﺍﻟﻨﺒﻴﻴﻦ ﺑﻐﻴﺮ ﺣﻖ ﻭﻳﻘﺘﻠﻮﻥ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺄﻣﺮﻭﻥ
ﺑﺎﻟﻘﺴﻂ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﺒﺸﺮﻫﻢ ﺑﻌﺬﺍﺏ ﺃﻟﻴﻢ

“Sesungguhnya orang-orang
yang kafir kepada ayat-ayat
Allah dan membunuh para Nabi
tanpa alasan yang benar, dan
membunuh orang- orang yang
menyuruh manusia berbuat adil,
maka gembirakanlah mereka
dengan siksa yang pedih“.
(QS. Ali Imran: 21)

    Yahudi telah membunuh
    para Nabi dan Rasul seperti
    membunuh Nabi Yahya secara
    kejam dengan memenggal lehernya
    dan kepalanya diletakkan di nampan
    emas. Nabi Zakaria juga dibunuh
    secara keji dengan digergaji
    tubuhnya.

Nabi Isa pun tidak luput dari rencana
busuk mereka, akan tetapi Allah
Subhanahu wa Ta’ala
menyelamatkannya. “Dan karena
ucapan mereka:

Sesungguhnya kami
telah membunuh al-Masih
Isa ibnu Maryam Rasul Allah”.
Padahal mereka tidak membunuhnya
dan tidak pula menyalibnya, tetapi
yang mereka bunuh dan salib itu
ialah orang yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka
(Yudas Iskaryot).
Sesungguhnya orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan Isa)
benar-benar dalam keraguan
tentang (yang dibunuh) itu,
kecuali mengikuti persangkaan
belaka, mereka tidak yakin bahwa
yang mereka bunuh itu Isa”.
(QS. An-Nisa’: 157).

Zu Nuwas adalah seorang raja
Yahudi Najran di Yaman yang
sangat fanatik, tidak ingin α̇ϑα̇
agama lain di daerah kekuasaannya. Alkisah α̇ϑα̇ sekelompok pengikut
Nabi Isa yang setia (Nasrani),
ketahuan oleh mata- mata kerajaan.
Lalu mereka dipaksa murtad dan
masuk Yahudi, siapa tidak mau akan dibakar hidup-hidup. Raja Zu Nuwas memerintahkan pasukannya untuk menggali parit dan menyiapkan kayu bakar, yang akan digunakan untuk membakar umat Nasrani yang tidak
mau murtad. Kejadian ini dikisahkan
di dalam Al-Qur’an: “Binasalah
orang-orang yang membuat parit, yang berapi dinyalakan dengan kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya,
sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang
beriman. Dan mereka tidak menyiksa
orang-orang mukmin itu, melainkan
karena orang-orang mukmin itu
beriman kepada Allah Yang Maha
Perkasa lagi Maha Terpuji“.
(QS. al-Buruj: 4-8)

Singkat cerita, kejahatan Yahudi
pada masa RasulullahShallallahu
‘Alaihi Wasallam-pun tak kurang
kejinya. Yahudi Bani Qainuqa’
adalah Yahudi pertama yang
mengingkari janjinya dengan
Rasulullah, pemicunya adalah
diganggunya seorang muslimah
yang datang ke pasar mereka.
Ia duduk di depan salah seorang
pengrajin perhiasaan, mereka
merayunya agar membuka cadar
yang dipakainya namun ia menolak.
Lalu si pengrajin menarik ujung
baju si wanita dan mengikatkannya
ke punggung wanita tadi, ketika
berdiri terbukalah auratnya, lalu
mereka menertawakannya. Sang
wanita pun berteriak minta tolong. Seorang lelaki muslim mendengar
lalu menerjang si pengrajin dan membunuhnya. Melihat kejadian
itu orang-orang Yahudi
mengerumuninya, dan
beramai-ramai membunuh lelaki
muslim tersebut. Mendengar berita kematian lelaki itu, maka
keluarganya
menuntutpertanggungjawaban
orang-orang Yahudi. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam datang bersama para sahabat mengepung
mereka selama 15 malam. Atas
perintah beliau mereka diberi
hukuman untuk meninggalkan
Madinah. Yahudi Bani Nadhir
melakukan pengkhianatan yang
kedua. Suatu saat Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
pergi ke perkampungan Yahudi
bani Nadhir untuk meminta diyat
(denda) dua orang muslim yang
terbunuh dari Bani Amir, yang
melakukan pembunuhan adalah
Amr bin Umayyah Ad-Dhimari,
seorang Yahudi. Permintaan itu
diajukan karena sudah adanya
ikatan perjanjian persahabatan
antara Rasulullah dengan mereka.
Ketika beliau datang mengutarakan maksud kedatangannya,
mereka berkata:

“Baik wahai Abu Qasim! kami
akan membantumu dengan apa
yang engkau inginkan.” Pada saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam duduk bersandar di
dinding rumah mereka,
kemudian mereka saling berbisik,
kata mereka: “Kalian tidak pernah mendapati lelaki itu dalam keadaan seperti sekarang ini, ini kesempatan
buat kita. Karena itu hendaklah salah seorang dari kita naik ke atas rumah
dan menjatuhkan batu karang ke
arahnya”, dan untuk tugas ini
diserahkan kepada Amr bin Jahsy
bin Ka’ab. Lantas ia naik ke atas
rumah guna melaksanakan rencana pembunuhan ini, tetapi Allah
melindungi Rasul-Nya dari makar
orang-orang Yahudi tersebut
dengan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana
jahat itu. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bergegas pulang ke Madinah, dan memberitahukan kepada para
sahabatnya tentang usaha makar
tersebut. Beliau memerintahkan
para sahabatnya untuk bersiap-siap
pergi memerangi mereka. Ketika
orang Yahudi Bani Nadhir
mengetahui kedatangan pasukan Rasulullah, mereka cepat pergi
berlindung di balik benteng. Pasukan Islam mengepung perkampungan
mereka selama 6 malam, beliau memerintahkan untuk menebang
pohon kurma mereka dan
membakarnya. Kemudian Allah
memasukkan rasa gentar dan takut
di hati mereka, sehingga mereka
memohon izin kepada Rasulullah
untuk keluar dari Madinah dan
mengampuni nyawa mereka.
Mereka juga meminta izin untuk membawa harta seberat yang
mampu dipikul unta-unta mereka
kecuali persenjataan, dan Rasulullah
pun mengizinkannya.

Peristiwa ini direkam oleh Al-Qur’an:

ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺧﺮﺝ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻛﻔﺮﻭﺍ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ
ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﻦ ﺩﻳﺎﺭﻫﻢ ﻟﺄﻭﻝ ﺍﻟﺤﺸﺮ ﻣﺎ ﻇﻨﻨﺘﻢ
ﺃﻥ ﻳﺨﺮﺟﻮﺍ ﻭﻇﻨﻮﺍ ﺃﻧﻬﻢ ﻣﺎﻧﻌﺘﻬﻢ ﺣﺼﻮﻧﻬﻢ
ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺄﺗﺎﻫﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﻟﻢ ﻳﺤﺘﺴﺒﻮﺍ
ﻭﻗﺬﻑ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﺍﻟﺮﻋﺐ ﻳﺨﺮﺑﻮﻥ ﺑﻴﻮﺗﻬﻢ
ﺑﺄﻳﺪﻳﻬﻢ ﻭﺃﻳﺪﻱ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻓﺎﻋﺘﺒﺮﻭﺍ ﻳﺎ ﺃﻭﻟﻲ
ﺍﻟﺄﺑﺼﺎﺭ

“Dialah yag mengeluarkan
orang- orang kafir di antara Ahli
Kitab dari kampung-kampung
mereka pada saat pengusiran kali
yang pertama. Kamu tiada
menyangka bahwa mereka akan
keluar dan mereka pun yakin bahwa
benteng-benteng mereka akan dapat
mempertahankan mereka dari
siksaan Allah, maka Allah
mendatangkan kepada mereka
hukuman dari arah yang mereka
tidak sangka. Dan Allah menancapkan ketakutan di dalam hati mereka, dan memusnahkan rumah- rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan
tangan orang-orang beriman. Maka ambillah kejadian itu untuk menjadi pelajaran wahai orang yang
mempunyai pandangan“.
(QS. al-Hasyr: 2)

Yahudi Bani Quraizhah
melakukan pengkhianatan
yang ketiga. Mereka membentuk
pasukan Koalisi (al- Ahzab),
antara pasukan musyrik dan
pasukan Yahudi. Suku Quraisy
dipimpin Abu Sufyan ibnu Harb,
suku Gathafan di bawah pimpinan
Uyainah ibnu Hushn, suku bani
Murrah di bawah pimpinan
Harits ibnu Auf dan suku-suku
yang lain, sementara pasukan
Yahudi bani Quraizhah akan
menusuk dari belakang.
Peperangan Al-Ahzab itu
betul-betul menyesakkan dada
kaum muslimin yang terkepung,
apalagi tingkah golongan munafik
yang membuat goyah pasukan Islam.
Berkat kesabaran kaum muslimin,
maka AllahSubhanahu wa Ta’ala
mengirim pasukan Malaikat
dengan mendatangkan serangan
berupa angin topan dan guntur
yang memporak-porandakan
pasukan koalisi. Mereka kocar-kacir,
dan pulang ke tempat masing-masing
dengan membawa kekalahan.
Tinggallah Yahudi Bani Quraizhah,
lalu Rasulullahshallallahu ‘alaihi
wasallam mengumumkan kepada
pasukan Islam: “Bagi mereka
yang mau mendengar dan taat
agar jangan shalat ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah.”

Kaum muslimin langsung
bergerak menuju perkampungan
Yahudi Bani Quraizah, dan
mengepung mereka selama 25
malam. Orang-orang Yahudi
tersebut benar-benar dicekam
rasa ketakutan, lalu memohon
kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam agar memberikan
izin kepada mereka untuk keluar,
sebagaimana yang beliau lakukan
kepada Yahudi Bani Nadhir. Beliau
menolak permohonan mereka,
kecuali mereka keluar dan taat
pada keputusan beliau. Kemudian
Rasululah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam menyerahkan
keputusan atas mereka kepada
Sa’ad ibnu Mu’adz pemimpin
suku Aus.

Keputusan telah ditetapkan
yaitu: laki-laki dewasa dieksekusi,
harta dirampas, anak-anak dan
wanita menjadi tawanan. Hukuman terhadap pengkhianatan Bani
Quraizhah lebih berat dari pada Bani Qainuqa’ dan Bani Nadzir, karena
dampak dari pengkhianatan mereka hampir saja merontokkan moral kaum muslimin dan membahayakan nyawa mereka semua.

ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺍﺫﻛﺮﻭﺍ ﻧﻌﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻜﻢ
ﺇﺫ ﺟﺎﺀﺗﻜﻢ ﺟﻨﻮﺩ ﻓﺄﺭﺳﻠﻨﺎ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺭﻳﺤﺎ
ﻭﺟﻨﻮﺩﺍ ﻟﻢ ﺗﺮﻭﻫﺎ ﻭﻛﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮﻥ
ﺑﺼﻴﺮﺍ ﺇﺫ ﺟﺎﺀﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻓﻮﻗﻜﻢ ﻭﻣﻦ ﺃﺳﻔﻞ
ﻣﻨﻜﻢ ﻭﺇﺫ ﺯﺍﻏﺖ ﺍﻟﺄﺑﺼﺎﺭ ﻭﺑﻠﻐﺖ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ
ﺍﻟﺤﻨﺎﺟﺮ ﻭﺗﻈﻨﻮﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﻈﻨﻮﻧﺎ ﻫﻨﺎﻟﻚ ﺍﺑﺘﻠﻲ
ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻮﻥ ﻭﺯﻟﺰﻟﻮﺍ ﺯﻟﺰﺍﻟﺎ ﺷﺪﻳﺪﺍ

“Hai orang-orang yang beriman
ingatlah akan nikmat Allah
kepadamu, ketika datang
kepadamu tentara- tentara, lalu
Kami kirimkan kepada mereka
angin topan dan tentara yang
tidak dapat kamu melihatnya.
Dan adalah Allah Maha Melihat
akan apa yang kamu kerjakan.
Yaitu ketika datang (musuh) dari
atas dari bawahmu, dan ketika tidak
tetap lagi penglihatanmu dan
hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan
bermacam-macam purbasangka
disitulah diuji orang- orang mukmin,
dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat“.
(QS. al-Ahzab: 9-11)

Kehancuran Yahudi

Secara global Al-Qur’an
mengabarkan kehancuran
Yahudi, seperti firman-Nya:

ﻓﺈﺫﺍ ﺟﺎﺀ ﻭﻋﺪ ﺍﻟﺂﺧﺮﺓ ﻟﻴﺴﻮﺀﻭﺍ ﻭﺟﻮﻫﻜﻢ
ﻭﻟﻴﺪﺧﻠﻮﺍ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻛﻤﺎ ﺩﺧﻠﻮﻩ ﺃﻭﻝ ﻣﺮﺓ
ﻭﻟﻴﺘﺒﺮﻭﺍ ﻣﺎ ﻋﻠﻮﺍ ﺗﺘﺒﻴﺮﺍ

“Dan apabila datang saat
hukuman bagi (kejahatan Israel)
yang kedua, (Kami datangkan
orang-orang Islam di bawah
pimpinan Imam Mahdi) untuk
menyuramkan muka-muka kamu
dan mereka masuk ke dalam
Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana
musuh- musuhmu memasukinya
pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya
apa yang mereka kuasai”.
(QS. Al-Isra’: 7)

Sejak 1948 Yahudi merampas
tanah Palestina. Dan sejak 2006
sampai sekarang mereka
memblokade Gaza. Sehingga
sekitar 1,5 juta jiwa muslim
terkurung rapat dari dunia luar.
Berbagai upaya kemanusiaan
untuk membantu mereka selalu digagalkan oleh Israel, termasuk
misi kemanusiaan yang baru saja
diserang pasukan komando Israel
di perairan Gaza (Laut Mediterania).
Tidak α̇ϑα̇ kekuatan di dunia ini
yang mampu menghentikan
kebiadaban Israel.Pengepungan dan pemenjaraan massal oleh penjajah
Israel dengan pembangunan tembok pemisah dimulai 16 Juni 2002 di
Tepi Barat dengan dalih pengamanan. Panjang tembok tersebut mencapai
721 km sepanjang Tepi Barat,
tinggi 8 meter sehingga mengisolasi
lahan pertanian milik penduduk
Palestina yang ditanami berbagai
buah, seperti anggur dan zaitun.
Hal ini berakibat perekonomian
Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan
oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi
wasallam:

“Hampir tiba masanya tidak
dibolehkan masuk (embargo)
kepada penduduk Iraq meski
hanya satu qafiz makanan dan
satu dirham,“ Kami bertanya dari
mana larangan itu? Beliau
menjawab: “Dari orang-orang
asing yang melarangnya.”
Kemudian berkata lagi:
”Hampir tiba masanya tidak
diperbolehkan masuk (blokade)
kepada penduduk Syam (Palestina)
meski hanya satu dinar dan
satu mud makanan.” Kami bertanya:
“Dari mana larangan itu?
Beliau menjawab: Dari
orang-orang Romawi.”
(HR. Muslim)

Siapa kekuatan yang mampu
menghancurkan Israel? Pasukan
Islam dari Khurasan (Afghanistan)
dengan bendera-bendera hitam, . .
(al-Hadits)

Siapa kekuatan yang mampu
menghancurkan Israel?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam menjelaskan:
“Akan muncul dari Khurasan
(Afghanistan) bendera- bendera
hitam, maka tidak α̇ϑα̇ seorang
pun yang mampu mencegahnya,
sehingga bendera- bendera itu ditancapkan di Eliya
(al-Quds)“.
(HR. Ahmad, Tirmidzi dan
Nu’aim bin Hammad). Kehancuran
Israel berarti kiamat telah dekat,
sehingga banyak orang
mempertahankan eksistensi
Negara Israel tersebut, namun
janji Allah dan Rasul-Nya pasti
akan terlaksana:

“Tidak akan terjadi kiamat
sehingga kaum muslimin
memerangi bangsa Yahudi,
sampai-sampai orang Yahudi
berlindung di balik batu dan
pohon, lalu batu dan pohon tadi
akan berbicara; Wahai orang Islam,
hai hamba Allah! di belakangku
α̇ϑα̇ orang-orang Yahudi, kemarilah,
bunuhlah dia, kecuali pohon
Ghorqod, sebab ia itu sungguh
pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi
orang-orang Yahudi sehingga
seorang diantara mereka
bersembunyi di balik batu.
Maka batu itu berkata,
“Wahai hamba Allah, inilah si
Yahudi di belakangku, maka
bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy
dalam Shohih-nya (2767),
dan Muslim dalam Shahih-nya
(2922)]. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadits ini terdapat
tanda-tanda dekatnya hari kiamat,
berupa berbicaranya benda-benda mati,
pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits
ini (menunjukkan) bahwa benda-
benda itu berbicara secara hakikat”.
[Fathul Bari (6/610)].
Wallahu a’lam.
Penulis adalah Ketua Lembaga
Kajian Politik dan Syariat Islam

oleh fauzan al-anshari

Dikirim dari WordPress untuk BlackBerry.

One thought on “KEHANCURAN ISRAEL MENURUT AL-QURAN DAN HADIST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s